Jumat, 17 April 2015

Bubur merah putih dalam bahasa Madura "tajin mera pote" merupakan salah satu bubur yang dijadikan alat untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap Allah SWT. Bubur merah putih sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Madura, pada setiap bulan safar atau biasa orang Madura bilang Sappar, pada bulan inilah mereka membuat tajin mera pote.

Tradisi bubur merah putih ini, di laksanakan bukan tanpa alasan, ritual-ritual ini di laksanakan untuk mengenag sejarah penting dalam Islam. Bubur ini melambangkan keberanian dan kesucian, yang berarti Merah (simbol dari keberanian) dan putih (simbol dari kesucian).

Pada moment pemberian nama, kedua bubur ini merupakan simbol dari harapan keluarga, agar kelak si jabang bayi memiliki keseimbangan antara sifat berani (karena benar) dan kesucian (pemihakan pada kebenaran dan orang-orang lemah, mushtadh’afin).

Sedangkan pada moment10 Muharram atau Sura, kedua jenis bubur ini dihadirkan sebagai bentuk napak tilas terhadap peristiwa Syuhada-nya Sayyidina Husein (cucu Nabi Muhammad) di Padang Karbala oleh pasukan Yazid.

Bubur ini menyimbolkan keberanian dan darah syihada dari Sayyidina Husein dan pasukannya yang melakukan puputan (perang terakhir, sekalipun dengan kekuatan tak berimbang). Sedangkan bubur putih menyimbolkan kesucian atau kebenaran yang dibela Sayyidina Husein. Pemaknaan ini jelas merupakan data khas Islam.

Sedangkan pada moment pendirian rumah, kedua bubur ini sering disandingkan dengan bendera merah putih serta makanan lainnya. Maksud dari si empunya rumah adalah untuk berbagi dengan tetangga sebagai ekspresi dari rasa syukur dikarunia oleh Allah berupa kemampuan mendirikan rumah.

Kedua bubur ini pun, menurut sebagian kalangan tua, menyimbolkan pendidikan terhadap tanah air merah  tanah  air putih, terutama dalam konteks perlawanan [diam] terhadap kolonial Belanda dan Jepang. Ketika kain untuk bendera merah putih masih terbatas, maka bubur merah dan putih dijadikan media penyimbolan bagi lambang negara Indonesia. (mkolik/choir)
Categories:

1 komentar:

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!